Dari media yang AKHATAM.com dapatkan bahwa Forum Masyarakat Peduli Parlemen atau biasa yang disebut Formappi berpendapat
jika tujuh fraksi Pansus Century konsisten dengan pandangan awal mereka, besar kemungkinan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Tidak akan selamat. Mengapa?karena tidak mungkin bebas dari tuduhan tindak pidana korupsi dan pelanggaran perbankan.
Hal tersebut telah coba disampaikan oleh Kordinator Formappi Sebastian Salang saat jumpa pers di kantor Formappi, Jakarta, selasa hari ini. Kemudian Sebastian mengatakan, "Formappi optimistis ketujuh fraksi tersebut tidak akan mengubah pandangan awal mereka".
"Kecuali ada perubahan (pandangan awal yang) siginfikan dari 7-2 jadi 2-7. Tapi hampir sulit menurut kita kedua pimpinan ini akan selamat," ujar Sebastian.
Angka tujuh yang dimaksud Sebastian adalah tujuh fraksi yang menyebut terjadi pelanggaran dalam bail out Bank Century yaitu PAN, PPP, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, dan PKS. Sementara, angka dua merujuk pada Fraksi Partai Demokrat dan PKB yang menyatakan pemberian fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) sudah sesuai aturan.
Dia optimistis fraksi akan konsisten dengan pandagannya hingga masa kerja Pansus berakhir. Sebabnya, kata dia, sejak awal sidang Pansus sikap fraksi sudah dipaparkan secara terbuka kepada publik. Sehingga, kalo tidak konsisten, citra partai dipertaruhkan. Meskipun, lanjut Sebastian, mempertahankan konsistensi pandangan tidaklah mudah bagi fraksi-fraksi itu.
"Kalau Pansus menyatakan tidak ada masalah, maka DPR tidak dipercaya lagi oleh publik, kalau ada perubahan drastis, taruhannya sangat berat.Tapi kalau konsisten, mereka harus siap keluar kabinet dan kehilangan kekuasaan," katanya.
Mengenai pertanggungjawaban seperti apa yang harus dihadapi Boediono dan Sri Mulyani, Formappi berpendapat, ada dua pilihan. "Mengundurkan diri sukarela, atau apabila terbukti pidana maka dengan sendirinya ada konsekuensi terkait jabatan mereka," imbuhnya. - sumber utama : kompas.com
Hal tersebut telah coba disampaikan oleh Kordinator Formappi Sebastian Salang saat jumpa pers di kantor Formappi, Jakarta, selasa hari ini. Kemudian Sebastian mengatakan, "Formappi optimistis ketujuh fraksi tersebut tidak akan mengubah pandangan awal mereka".
"Kecuali ada perubahan (pandangan awal yang) siginfikan dari 7-2 jadi 2-7. Tapi hampir sulit menurut kita kedua pimpinan ini akan selamat," ujar Sebastian.
Angka tujuh yang dimaksud Sebastian adalah tujuh fraksi yang menyebut terjadi pelanggaran dalam bail out Bank Century yaitu PAN, PPP, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, dan PKS. Sementara, angka dua merujuk pada Fraksi Partai Demokrat dan PKB yang menyatakan pemberian fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) sudah sesuai aturan.
Dia optimistis fraksi akan konsisten dengan pandagannya hingga masa kerja Pansus berakhir. Sebabnya, kata dia, sejak awal sidang Pansus sikap fraksi sudah dipaparkan secara terbuka kepada publik. Sehingga, kalo tidak konsisten, citra partai dipertaruhkan. Meskipun, lanjut Sebastian, mempertahankan konsistensi pandangan tidaklah mudah bagi fraksi-fraksi itu.
"Kalau Pansus menyatakan tidak ada masalah, maka DPR tidak dipercaya lagi oleh publik, kalau ada perubahan drastis, taruhannya sangat berat.Tapi kalau konsisten, mereka harus siap keluar kabinet dan kehilangan kekuasaan," katanya.
Mengenai pertanggungjawaban seperti apa yang harus dihadapi Boediono dan Sri Mulyani, Formappi berpendapat, ada dua pilihan. "Mengundurkan diri sukarela, atau apabila terbukti pidana maka dengan sendirinya ada konsekuensi terkait jabatan mereka," imbuhnya. - sumber utama : kompas.com
share on: share to facebook
::.



nice post, info nya bagus, penting, slm dr pedalaman borneo
Masihkah kepercayaan itu bisa tertanam dalam tubuh anggota pemerintahan??? Berapa lama waktu yang harus di tempuh jika akhirnya kasus ini nantinya bakalan kabur. Sebagai masyarakat biasa saya cuma bisa comment, Sadar sama umur deh pada2 tuh anggota DPR. Bukannya banyak2in amal malah banyak2in kasus Huf...............
NO COMMENT aja. hanya berpesan jika jadi politikut atau menganggap dirinya wakil rakyat tolong hati2 dengan tanggung jawabnya